Cara Mengatasi Lansia yang Susah Makan

Cara Mengatasi Lansia yang Susah Makan Sangat Mudah. Ternyata faktor susah makan tidak hanya terjadi pada bayi atau balita saja, karena saat seseorang sudah memasuki usia senja, maka juga akan mengalami penurunan terhadap nafsu makan. Hal ini tidak boleh dibiarkan secara terus-menerus karena dapat mengganggu kesehatan. Cara mengatasi lansia yang susah makan pada dasarnya bisa dilakukan dengan cara yang mudah. Namun membutuhkan pengetahuan yang tinggi supaya Anda dapat menemukan cara yang tepat.

Ternyata Ini Penyebab Lansia Memiliki Tubuh yang Kurus.

Memiliki tubuh yang kurus pada lansia memang seringkali dijumpai dan hal ini ternyata tidak bagus apabila terjadi pada lansia. Meskipun sebagian orang menganggap bahwa tubuh kurus lebih bagus dibandingkan dengan tubuh obesitas, namun harus diperhatikan dengan baik untuk tubuh lansia yang terlalu kurus juga memiliki kondisi yang dianggap kurang bagus karena kondisi ini berada dalam tubuh yang kekurangan gizi dan nutrisi.

Cara Mengatasi Lansia yang Susah Makan

Ternyata ada beberapa penyebab yang menjadikan lansia memiliki tubuh yang kurus, yaitu seperti berikut ini:

1. Perubahan terhadap nafsu makan

Lansia yang memiliki perubahan pada nafsu makan memang seringkali menjadi penyebab dari tubuhnya yang kurus. Seseorang yang memiliki nafsu makan menurun maka sudah bisa dipastikan bahwa dirinya tidak memiliki asupan nutrisi dan gizi sesuai yang dibutuhkan oleh tubuh. Dengan hal inilah maka berat badan akan menurun secara drastis padahal dalam kondisi seperti ini sangat tidak baik apabila terjadi pada lansia.

2. Jaringan lemak yang hilang

Usia senja memang akan mengalami banyak perubahan pada bagian gizinya, salah satunya seperti jumlah jaringan tanpa lemak yang akan hilang secara perlahan dari dalam tubuh. Wajar saja apabila lansia memiliki tubuh yang semakin tinggi jika jaringan lemaknya hilang. Secara umum tubuh seseorang akan tersusun dari beberapa organ maupun jaringan seperti tulang, lemak air maupun jaringan tanpa lemak yang mana hal ini berisi organ dan otot.

3. Jaringan yang semakin menyusut

Semakin bertambahnya usia seseorang maka untuk jaringan tanpa lemak pun juga akan ikut menyusut. secara perlahan hal ini bisa saja terjadi pada diri seseorang yang sudah memasuki usia 30 tahun keatas. Tidak hanya itu saja, ternyata beberapa organ tubuh yang lainnya pun juga akan ikut kehilangan bagian sel-selnya misalnya seperti otot, ginjal atau organ yang lainnya.

4. Otot semakin menyusut

Proses penyusutan yang sering kali terjadi pada otot disebut sebagai atrofi otot. Dalam kondisi ini seseorang akan kehilangan sebagian dari kepadatan tulang atau sebagian dari mineral atau seringkali disebut sebagai osteopenia. Kondisi osteopenia ini akan menyerang sebagai tahap awal sebelum seseorang mengalami proses osteoporosis.

5. Berkurangnya jumlah air dalam tubuh

Dalam tubuh seseorang sebagian besar berisi air, apabila seseorang memiliki asupan air yang sedikit dalam tubuhnya penuh, hal ini bisa membahayakan bagi kesehatannya. Untuk itu bagi lansia atau seseorang yang sudah berusia memasuki 30 tahun, maka apabila asupan air tidak terpenuhi dengan baik. Hal ini akan menimbulkan tubuhnya menjadi kurus kering.

Pada kondisi seperti ini maka diri seseorang akan berada dalam kondisi malnutrisi, yang mana hal ini bisa dijadikan sebagai salah satu faktor adanya penurunan berat badan secara drastis seiring dengan bertambahnya usia. Cara mengatasi lansia yang susah makan harus di atasi dengan sebaik mungkin.

6. Menderita penyakit tertentu

Untuk lansia memang tidak bisa dipungkiri akan cenderung lebih mudah terserang beberapa jenis penyakit, karena usianya yang semakin tua, maka akan semakin berpeluang mendapatkan berbagai jenis penyakit. Dalam hal ini maka wajar saja jika lansia memiliki tubuh yang cenderung lebih kurus karena permasalahan kesehatan yang sedang dialaminya.

Solusi untuk Lansia yang Susah Makan dan Memiliki Tubuh Kurus

Apabila lansia berada dalam kondisi tubuh yang kurus, Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal ini, karena masih ada beberapa cara mengatasi lansia yang susah makan supaya lansia tidak memiliki tubuh kurus, meskipun memiliki nafsu makan yang kurang baik. Berikut ini solusi yang bisa Anda perhatikan dengan baik yaitu:

1. Pantau berat badan lansia

Pemantauan berat badan lansia ini harus dilakukan setiap hari, salah satunya yaitu dengan melakukan pengukuran berat badan lansia dan Anda dapat menuliskannya pada sebuah buku catatan secara khusus supaya lebih mudah mengingat dan memantau berat badannya secara rutin.

2. Kontrol ke dokter

Untuk pergi ke dokter melakukan kontrol Anda harus benar-benar mengetahui dan memperhatikan bagaimana kondisi lansia dari waktu ke waktu. Pastikan bahwa lansia selalu berada dalam kondisi yang semakin membaik dari waktu ke waktu. Apabila sekiranya kondisi lansia semakin memburuk maka segera atasi dengan tindakan yang tepat sesuai saran dokter.

3. Jangan biarkan lansia berada pada posisi nafsu makan menurun

Sangat disarankan bagi Anda untuk tidak membiarkan lansia tetap berada pada kondisinya yang memiliki nafsu makan menurun tetap memberikan makanan dengan kandungan nutrisi dan gizi yang terpenuhi. Salah satu cara yang bisa diberikan kepada lansia yang memiliki nafsu makan menurun yaitu dengan memberikan susu. Untuk asupan setiap susu sudah dipenuhi dengan nutrisi dan gizi yang seimbang.

Memang kebanyakan dari lansia akan cenderung lebih memilih susu dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan. Hal ini dikarenakan untuk susu dianggap jauh lebih mudah dikonsumsi dibandingkan dengan makanan yang harus dikunyah. Tidak ada salahnya apabila lansia mengkonsumsi susu saja tanpa mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak. Namun hal ini harus dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu karena bagaimana pun lansia masih tetap membutuhkan asupan makanan.

Dampak Buruk Jika Lansia Kekurangan Gizi

Meskipun banyak orang yang menyepelekan lansia yang tidak memiliki nafsu makan baik, namun ternyata hal ini mampu mendatangkan dampak yang sangat buruk. Kondisi seperti ini seringkali terjadi karena semakin menurunnya nafsu makan lansia, maka akan semakin memperburuk kondisinya karena kekurangan gizi.

Berikut ini daftar dampak buruk jika lansia kekurangan gizi yaitu:
1. Mudah dehidrasi
Lansia yang kekurangan cairan dapat menimbulkan dehidrasi. Sementara untuk dehidrasi jika terjadi dalam waktu yang panjang akan memberikan dampak yang lebih buruk bagi kesehatannya. Oleh karena itu para lansia selalu disarankan untuk memenuhi kebutuhan air dengan sebaik mungkin. Untuk minuman yang terbaik di konsumsi oleh lansia tidak hanya susu saja, namun untuk air mineral, jus atau yang lainnya pun juga sangat dianjurkan.

2. Sering mengalami sembelit
Lansia cenderung lebih mudah terserang sembelit, karena untuk kondisi kesehatannya yang kurang asupan gizi. Apabila kondisi sembelit tidak segera mendapatkan pertolongan, maka hal ini akan berdampak buruk seperti terjadinya kanker usus.

Metabolisme pada tubuh akan melambat apabila lansia mengkonsumsi jumlah makanan yang sedikit. Jika hal ini terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang panjang, tentu saja lansia akan memiliki berat badan yang menurun secara drastis dan akan mengundang beberapa penyakit. Kondisi lansia yang tidak diperhatikan dari segi pola makannya maka hal ini mampu memberikan dampak buruk terhadap kesehatannya, sehingga ikuti cara mengatasi lansia yang susah makan seperti di atas.